Get Gifs at CodemySpace.com

Rabu, 19 Oktober 2011

sahabat lebih baik dari pada jalang

Kalau gagal aku gandeng tangan seorang gadis idaman
‘kan kupeluk seribu perempuan llacur jalanan
Jangan mencibir
jangan tertawa
jauhlah menyingkir
aku ini lelaki muda yang punya banyak daya
Karna kan kurontok semua jantung perempuan
kucabik hati kureguk darah wanita
kumamah daging kuremas tulang
tak ada lagi kasihan
tak ada rintihan……………
Kamu terkejut baca puisiku itu ‘kan? Teman-temanku SMA pada waktu itu juga sama-sama terkejut, tidak mengira aku yang biasnya berbahasa lembut bisa menulis seperti itu. teman-teman sekelas yang pria biasanya sering minta tolong membuatkan surat cinta untuk pacarnya masing-masing kepadaku. Jadi Eyang di sekolah murid terpandai juga dikenal sebagai tukang membuat surat cinta!! Ha, haa, haaaaa……
Kalau aku sampai menulis puisi semacam itu tentu ada sesuatu yang luar biasa. Memang benar! Hati semakin galau, kacau, sakit. Nyeri!! Ingin membalas. Ingin melukai juga. tetapi eyang pada waktu itu masih belia. hampir tak mampu membendung semuanya. Namun setelah aku belajar memaafkannya, akhirnya leleh semua kebengisan itu. Damai di hati damai di bumi. Puisi itu hampir setengah abad umurnya tapi masih teringat segar kata-katanya. Ada dua puisi masa lalu yang masih tergores di ingatan eyang yang sudah diujung jalan penantian ini.
Sekarang kalau eyang teringat hanya bisa tertawa geli di hati: lho aku dulu kok bisa membuat puisi seperti itu ya?? Bagus? Sangat tidak pantas !!!!Membuat berdiri bulu kuduk!. Kalau ini eyang tuliskan untuk pembelajaran kalian semua. Contoh yang tidak senonoh! Berpuisilah yang membuat kedamaian orang lain. Maka hati dan jiwamu juga akan damai.
Eyangmu yang sekarang adalah sosok lansia yang lemah lembut
Salam untuksemua. Mari kita ramsikan dinding gubug reyot ini dengan puisi
penuh persahabtan dan kedamaian
Eyangkung yang dulu penah jalang
tapi bukan jalangkung, lho………..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

bebas ber komentar